Sejarah Kepemimpinan Desa Long Bawan
Sejarah terbentuk atau berdirinya Desa Long Bawan,
yaitu berawal dari rencana Pemerintah untuk memperluas wilayah kerja dan
bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan pelayanan Pemerintah yang terutama
pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di pedalaman, maka dengan itu
Pemerintah Melalui TUAN GRAMMER (ASISTEN WIDANA/ Asisten Wilayah Dua Tana
Tidung Cabang Malinau) mendirikan Pusat Pemerintahan pertama di LONG SEPAYANG
(Jaman Penjajahan Belanda), Setelah itu melalui TUAN A. KAROA yang juga menjabat
sebagai ASISTEN WIDANA (masa Indonesia sudah Merdeka) menggantikan TUAN
GRAMMER, berencana memindahkan Pusat Pemerintahan dari LONG SEPAYANG ke sebuah
Tempat, maka ASISTEN WIDANA A. KAROA bertemu dengan beberapa Tokoh – tokoh
LUNDAYEH pada saat itu, Yaitu: 1. TANID MAGEH (Krayan Tengah), 2. SUA MANGANG
(Krayan Selatan), 3. ILO RASA’/ TILO RAJCA’(Krayan Darat/PA’BAWAN), TUAN A.
KAROA dan Tokoh – tokoh tersebut berunding untuk menentukan tempat mendirikan
pusat Pemerintahan/Kecamatan, awalnya dicanangkanlah BINUANG (Saat ini wilayah
Hukum Kecamatan Krayan Tengah) alasannya karena BINUANG lebih dekat dengan LONG
SERABAN (Pusat Perekonomian pada saat itu), setelah dilakukan pertimbangan demi
pertimbangan ternyata letak Geografis BINUANG tidak mendukung untuk pengembangan
pembangunan selanjutnya, pertimbangan kedua adalah LONG PUPUNG (Saat ini
Wilayah Hukum Krayan Selatan) sesuai permintaan dan usulan dari SUA/SIWA
MANGANG, setelah dilakukan pertimbangan dan pengkajian lebih lanjut ternyata
letak Geografis LONG PUPUNG juga tidak mendukung dan selain itu jarak tempuh
yang sangat jauh dari Kampung/ Pemukiman masyarakat lain yang berada di
sekitarnya, akhirnya para tokoh-tokoh tersebut di atas memutuskan untuk mencari
tempat lain yang letak wilayahnya berada ditengah dan letak geografisnya
mendukung pengembangan pembangunan, maka disepakatilah PATAR LIU’ nama Asli
LONG BAWAN, setelah dipertimbangkan dan dipelajari ternyata Wilayah PATAR LIU’
sangat luas dan sangat mendukung untuk pengembangan pembangunan selanjutnya.
Sesuai Adat Istiadat dan Tradisi Suku Dayak
Lundayeh, setiap tempat demi tempat, tanah demi tanah, daerah demi daerah, dan
Wilayah demi wilayah pasti ada Tuannya atau pemiliknya secara turun-temurun,
entah itu diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang kepada anak, cucu, cicit
atau keturunannya karena menjadi orang yang pertama mendiami dan menggarap
tempat itu, entah itu di Wariskan turun-temurun oleh nenek moyang kepada
keturunannya karena tempat itu sudah dibeli atau ditukar (ngecam) yang pasti
tempat demi tempat, Tanah demi tanah, daerah demi daerah, wilayah demi wilayah
ada Tuannya atau Pemiliknya dan setiap orang wajib menghargai dan menghormati
hak tersebut sesuai Adat Istiadat dan Tradisi yang berlaku dikalangan Suku
Dayak Lundayeh dan atas dasar itulah asisten Widana A. KAROA dan Tokoh-tokoh
tersebut datang ke LIANG BUA’ meminta Izin kepada MEREH BARUR dan SENGIR MEREH
(Anak dari MEREH BARUR sebagai Tuan atau Pemilik tempat, tanah, daerah,
wilayah) untuk mendirikan Pusat Pemerintahan, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan
dan Pemukiman Masyarakat di PATAR LIU , atas izin dari MEREH BARUR dan Anaknya
SENGIR MEREH lah Asisten Widana A. KAROA dan para Tokoh-tokoh pada masa itu
mengambil sebuah keputusan untuk menjadikan dan menetapkan PATAR LIU’ menjadi
Pusat Pemerintahan dan pada saat itu jugalah nama PATAR LIU’ di ubah menjadi
LONG BAWAN (Long Bawan masih berstatus Lokasi), serta bersama dengan itu
pulalah atas kesepakatan bersama dan melalui pertimbangan demi pertimbangan
ditetapkan dan di sepakatilah KRAYAN menjadi nama Pusat Pemerintahan
Widana/Kecamatan, sebutan KRAYAN diambil dari nama sungai Krayan, yang dimana
letak geografis Sungai Krayan saat ini berada di Wilayah Hukum Kecamatan Krayan
Selatan (Hulu Sungai), Krayan Tengah serta Krayan Timur (Hilir Sungai). Pada
masa sebelum adanya pemekaran Kecamatan, Krayan menjadi satu kesatuan dan
berada dalam satu Wilayah Hukum yaitu Pemerintah Kecamatan Krayan. Seiring
waktu Pemerintah Kecamatan Krayan bukan hanya Menjadi Pusat Pemerintahan tetapi
juga menjadi Pusat Pendidikan, Pusat Pelayanan Kesehatan dan Pusat Perekonomian
Masyarakat Krayan pada masa itu, Dengan letak Long Bawan yang strategis, didukung oleh sumber daya yang
melimpah, baik sumber daya alam, lokasi pertanian, dll sehingga menarik minat
masyarakat dari luar Lokasi Long Bawan
untuk datang,
tinggal dan menetap di lokasi Long Bawan dengan berbagai macam
Profesi, pekerjaan, Suku, Ras dan Agama, oleh karena itulah untuk mempermudah
pelayanan administrasi kependudukan, pelaporan dan pencatatan sipil Pemerintah
Kecamatan Krayan melalui Camat MF. Simamora (Tahun 1969) menetapkan dan
menjadikan Long Bawan Sebagai Desa, bersamaan dengan itu ditunjuklah TERINGAN
LASUNG menjadi Kepala Desa Long Bawan yang Pertama (Tahun 1969 – 1976), Kepala
Desa Long Bawan yang Kedua dijabat oleh PHILATUS MURANG (PLT Kades Tahun 1977 –
1982), Kepala Desa Long Bawan yang Ketiga dijabat oleh MILKIAS AKUN (Tahun 1983
– 1996), Kepala Desa Long Bawan yang Ke Empat dijabat oleh YAGUNG BANGAU (PLT
Kades Tahun 1997 – 2000) dan (Tahun 2001 – 2008), Kepala Desa Long Bawan yang
Ke Lima dijabat oleh MARDI YULIUS (Tahun 2009 – 2014), Kepala Desa Long Bawan
yang Ke Enam dijabat oleh YUSAK LALANG (Plt Kadesa Tahun 2015) Kepala Desa Long Bawan yang Ke Tujuh dijabat
oleh DEWES DEKER SAMUEL (Tahun 2015 – 2020), Kepala Desa Long Bawan yang Ke
Delapan dijabat oleh SRIDAYANI SIMSON (PJ Kades Tahun 2021) dan Kepala Desa
Long Bawan yang Ke Sembilan dijabat oleh OKTOVIANUS YUAS (Tahun 2021 –
sekarang).
Nara sumber: (Talang Udan – Liang bua’, Daring Tadem – Liang Bua’, Singa’ Dawar – Liang Bua’, Melud Palung (Almarhum) – Liang Turan, Kaya’ Tadem (Almarhum) – Belawit, Raut Padan – Belawit, Yusup Tadem – Belawit, Yacob Melai – Liang Biadung, Fairy Palung – Long Katung, Thomas Sakai – Long Katung, S. Yonathan Sengir (anak Sengir Mereh), L. Paul Peru (Cucu Sengir Mereh), Yulius Riung (Cucu Sengir Mereh), Simson Dawat (cucu Sengir Mereh), Simson Peru (cucu Sengir Mereh), Yagung Bangau – (Long Bawan), Matus Lasung (Liang Biadung), Johan Teringan (Anak dari Teringan Lasung) – Nunukan.
SEJARAH KEPEMIMPINAN DI DESA LONG
| NO | NAMA PEJABAT | PERIODE JABATAN | URAIAN JABATAN |
| 1. | Teringan Lasung | 1969 – 1976 | Kepala Desa |
| 2. | Philatus Murang | 1977 – 1982 | Kepala Desa |
| 3. | Milkias Akun | 1983 – 1996 | Kepala Desa |
| 4. | Yagung Bangau | 1997 – 2000 | PLT |
| 5. | Yagung Bangau | 2001 – 2008 | Kepala Desa |
| 6. | Mardi Yulyus | 2009 – 2014 | Kepala Desa |
| 7. | Yusak Lalang | 2015 | Pj. Kepala Desa |
| 8. | Dewes Deker | 2015 – 2020 | Kepala Desa |
| 9. | Sridayani Simson | 2021 | Pj. Kepala Desa |
| 10. | Oktovianus Yuas | 2021 – 2029 | Kepala Desa |
Baca juga:
Long Bawan Dalam Pandangan Mata
Long Bawan Dalam Pandangan Mata