Sejarah Kepemimpinan Desa Long Bawan

1779768463351.jpg

Sejarah terbentuk atau berdirinya Desa Long Bawan, yaitu berawal dari rencana Pemerintah untuk memperluas wilayah kerja dan bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan pelayanan Pemerintah yang terutama pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di pedalaman, maka dengan itu Pemerintah Melalui TUAN GRAMMER (ASISTEN WIDANA/ Asisten Wilayah Dua Tana Tidung Cabang Malinau) mendirikan Pusat Pemerintahan pertama di LONG SEPAYANG (Jaman Penjajahan Belanda), Setelah itu melalui TUAN A. KAROA yang juga menjabat sebagai ASISTEN WIDANA (masa Indonesia sudah Merdeka) menggantikan TUAN GRAMMER, berencana memindahkan Pusat Pemerintahan dari LONG SEPAYANG ke sebuah Tempat, maka ASISTEN WIDANA A. KAROA bertemu dengan beberapa Tokoh – tokoh LUNDAYEH pada saat itu, Yaitu: 1. TANID MAGEH (Krayan Tengah), 2. SUA MANGANG (Krayan Selatan), 3. ILO RASA’/ TILO RAJCA’(Krayan Darat/PA’BAWAN), TUAN A. KAROA dan Tokoh – tokoh tersebut berunding untuk menentukan tempat mendirikan pusat Pemerintahan/Kecamatan, awalnya dicanangkanlah BINUANG (Saat ini wilayah Hukum Kecamatan Krayan Tengah) alasannya karena BINUANG lebih dekat dengan LONG SERABAN (Pusat Perekonomian pada saat itu), setelah dilakukan pertimbangan demi pertimbangan ternyata letak Geografis BINUANG tidak mendukung untuk pengembangan pembangunan selanjutnya, pertimbangan kedua adalah LONG PUPUNG (Saat ini Wilayah Hukum Krayan Selatan) sesuai permintaan dan usulan dari SUA/SIWA MANGANG, setelah dilakukan pertimbangan dan pengkajian lebih lanjut ternyata letak Geografis LONG PUPUNG juga tidak mendukung dan selain itu jarak tempuh yang sangat jauh dari Kampung/ Pemukiman masyarakat lain yang berada di sekitarnya, akhirnya para tokoh-tokoh tersebut di atas memutuskan untuk mencari tempat lain yang letak wilayahnya berada ditengah dan letak geografisnya mendukung pengembangan pembangunan, maka disepakatilah PATAR LIU’ nama Asli LONG BAWAN, setelah dipertimbangkan dan dipelajari ternyata Wilayah PATAR LIU’ sangat luas dan sangat mendukung untuk pengembangan pembangunan selanjutnya.

Sesuai Adat Istiadat dan Tradisi Suku Dayak Lundayeh, setiap tempat demi tempat, tanah demi tanah, daerah demi daerah, dan Wilayah demi wilayah pasti ada Tuannya atau pemiliknya secara turun-temurun, entah itu diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang kepada anak, cucu, cicit atau keturunannya karena menjadi orang yang pertama mendiami dan menggarap tempat itu, entah itu di Wariskan turun-temurun oleh nenek moyang kepada keturunannya karena tempat itu sudah dibeli atau ditukar (ngecam) yang pasti tempat demi tempat, Tanah demi tanah, daerah demi daerah, wilayah demi wilayah ada Tuannya atau Pemiliknya dan setiap orang wajib menghargai dan menghormati hak tersebut sesuai Adat Istiadat dan Tradisi yang berlaku dikalangan Suku Dayak Lundayeh dan atas dasar itulah asisten Widana A. KAROA dan Tokoh-tokoh tersebut datang ke LIANG BUA’ meminta Izin kepada MEREH BARUR dan SENGIR MEREH (Anak dari MEREH BARUR sebagai Tuan atau Pemilik tempat, tanah, daerah, wilayah) untuk mendirikan Pusat Pemerintahan, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Pemukiman Masyarakat di PATAR LIU , atas izin dari MEREH BARUR dan Anaknya SENGIR MEREH lah Asisten Widana A. KAROA dan para Tokoh-tokoh pada masa itu mengambil sebuah keputusan untuk menjadikan dan menetapkan PATAR LIU’ menjadi Pusat Pemerintahan dan pada saat itu jugalah nama PATAR LIU’ di ubah menjadi LONG BAWAN (Long Bawan masih berstatus Lokasi), serta bersama dengan itu pulalah atas kesepakatan bersama dan melalui pertimbangan demi pertimbangan ditetapkan dan di sepakatilah KRAYAN menjadi nama Pusat Pemerintahan Widana/Kecamatan, sebutan KRAYAN diambil dari nama sungai Krayan, yang dimana letak geografis Sungai Krayan saat ini berada di Wilayah Hukum Kecamatan Krayan Selatan (Hulu Sungai), Krayan Tengah serta Krayan Timur (Hilir Sungai). Pada masa sebelum adanya pemekaran Kecamatan, Krayan menjadi satu kesatuan dan berada dalam satu Wilayah Hukum yaitu Pemerintah Kecamatan Krayan. Seiring waktu Pemerintah Kecamatan Krayan bukan hanya Menjadi Pusat Pemerintahan tetapi juga menjadi Pusat Pendidikan, Pusat Pelayanan Kesehatan dan Pusat Perekonomian Masyarakat Krayan pada masa itu, Dengan letak Long Bawan yang strategis, didukung oleh sumber daya yang melimpah, baik sumber daya alam, lokasi pertanian, dll sehingga menarik minat masyarakat dari luar Lokasi Long Bawan  untuk datang, tinggal dan menetap di lokasi Long Bawan dengan berbagai macam Profesi, pekerjaan, Suku, Ras dan Agama, oleh karena itulah untuk mempermudah pelayanan administrasi kependudukan, pelaporan dan pencatatan sipil Pemerintah Kecamatan Krayan melalui Camat MF. Simamora (Tahun 1969) menetapkan dan menjadikan Long Bawan Sebagai Desa, bersamaan dengan itu ditunjuklah TERINGAN LASUNG menjadi Kepala Desa Long Bawan yang Pertama (Tahun 1969 – 1976), Kepala Desa Long Bawan yang Kedua dijabat oleh PHILATUS MURANG (PLT Kades Tahun 1977 – 1982), Kepala Desa Long Bawan yang Ketiga dijabat oleh MILKIAS AKUN (Tahun 1983 – 1996), Kepala Desa Long Bawan yang Ke Empat dijabat oleh YAGUNG BANGAU (PLT Kades Tahun 1997 – 2000) dan (Tahun 2001 – 2008), Kepala Desa Long Bawan yang Ke Lima dijabat oleh MARDI YULIUS (Tahun 2009 – 2014), Kepala Desa Long Bawan yang Ke Enam dijabat oleh YUSAK LALANG (Plt Kadesa Tahun 2015)  Kepala Desa Long Bawan yang Ke Tujuh dijabat oleh DEWES DEKER SAMUEL (Tahun 2015 – 2020), Kepala Desa Long Bawan yang Ke Delapan dijabat oleh SRIDAYANI SIMSON (PJ Kades Tahun 2021) dan Kepala Desa Long Bawan yang Ke Sembilan dijabat oleh OKTOVIANUS YUAS (Tahun 2021 – sekarang).

Nara sumber: (Talang Udan – Liang bua’, Daring Tadem – Liang Bua’, Singa’ Dawar – Liang Bua’, Melud Palung (Almarhum) – Liang Turan, Kaya’ Tadem (Almarhum) – Belawit, Raut Padan – Belawit, Yusup Tadem – Belawit, Yacob Melai – Liang Biadung, Fairy Palung – Long Katung, Thomas Sakai – Long Katung, S. Yonathan Sengir (anak Sengir Mereh), L. Paul Peru (Cucu Sengir Mereh), Yulius Riung (Cucu Sengir Mereh), Simson Dawat (cucu Sengir Mereh), Simson Peru (cucu Sengir Mereh), Yagung Bangau – (Long Bawan), Matus Lasung (Liang Biadung), Johan Teringan (Anak dari Teringan Lasung) – Nunukan.


SEJARAH KEPEMIMPINAN DI DESA LONG

NONAMA PEJABATPERIODE JABATANURAIAN JABATAN
1. Teringan Lasung1969 – 1976Kepala Desa
2.Philatus Murang1977 – 1982Kepala Desa
3.Milkias Akun1983 – 1996Kepala Desa
4.Yagung Bangau1997 – 2000PLT
5.Yagung Bangau2001 – 2008Kepala Desa
6.Mardi Yulyus2009 – 2014Kepala Desa
7.Yusak Lalang2015Pj. Kepala Desa
8.Dewes Deker2015 – 2020Kepala Desa
9.Sridayani Simson2021Pj. Kepala Desa
10.Oktovianus Yuas2021 – 2029Kepala Desa


Bagikan post ini: