Musibah Angin Kencang dan Hujan Es Menyebabkan Kerusakan Atap Gereja GKII Jemaat Long Bawan

1785823536781.jpeg
Gambar: gereja ( Aprianus Dikson ) Sumber: https://longbawan.prm.my.id/

Wilayah Long Bawan dan Kampung Baru, Kabupaten Nunukan, diguncang musibah angin Kencang yang disertai hujan es sangat kencang pada Kamis sore, 16 Juli 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA itu merusak sejumlah bangunan, termasuk atap seng Gereja GKII Jemaat Long Bawan. Angin kencang yang datang tiba-tiba disertai butiran es menghantam atap dan pekarangan gereja. Akibatnya, puluhan lembar seng atap gereja terlepas, terbang, dan berserakan. Beberapa balok penyangga atap juga patah akibat tekanan angin. Selain gereja, beberapa rumah warga di sekitar  juga mengalami kerusakan ringan seperti atap bocor dan seng terangkat. Syukur, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa. Seluruh jemaat dan warga berhasil menyelamatkan diri saat cuaca mulai tidak bersahabat. Tak lama setelah angin reda, masyarakat sekitar bersama jemaat lokal langsung bergerak cepat untuk mengamankan peralatan elektronik yang berada dalam gereja Tersebut. keesokan harinya Jemaat lokal dibantu oleh personel TNI dari Koramil setempat untuk membersihkan puing-puing atap seng dan balok yang berserakan di halaman dan sekitar gereja. Gotong royong dilakukan agar area gereja segera aman dan dapat digunakan kembali. Bantuan Mengalir untuk Perbaikan Pasca kejadian, Panitia Pembangunan Gereja GKII Jemaat Long Bawan mendapat Respon dari berbagai pihak yang sangat luar biasa. Bantuan berupa dana mulai mengalir dari masyarakat secara individu, instansi pemerintah daerah, hingga organisasi sosial. Hingga kini dukungan untuk perbaikan atap seng yang rusak masih terus berdatangan. Yang mengharukan, bantuan juga datang dari luar negeri. Beberapa gereja dari Malaysia turut memberikan bantuan dana sebagai bentuk solidaritas iman kepada Jemaat GKII Long Bawan. Bantuan tersebut menjadi semangat tersendiri bagi jemaat untuk segera memulihkan gedung gereja. Dari dekat maupun jauh, semua peduli. Ini bukti kasih dan kebersamaan tidak mengenal batas. Saat ini perbaikan atap gereja masih dalam tahap pengumpulan material. Panitia menargetkan atap dapat segera diperbaiki agar kegiatan ibadah-ibadah dan pelayanan jemaat tidak terganggu. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Long Bawan dan sekitarnya untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah perbatasan Kaltara untuk terus memantau informasi cuaca dalam beberapa hari ke depan. Gotong royong, kepedulian, dan doa dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi warga khususnya GKII Jemaat Long Bawan untuk bangkit kembali setelah musibah.























Bagikan post ini: